Menu

Title

Subtitle

Ini Cara Menyelenggarakan Aqiqah Menurut Agama Islam

January 27, 2017

Aqiqah itu berarti memutus serta melubangi, dan ada pula yang mengeluarkan bahwa akikah adalah seri bagi satwa yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong, serta dikatakan pula bahwa akikah merupakan rambut yang dibawa si bocah ketika real. Adapun maknanya secara syari’at adalah fauna yang disembelih untuk menerima bayi yang dilahirkan. Aqiqah adalah sembelihan yang disembelih untuk bani yang trendi lahir. Pengatur kitab Mukhtar Ash Shihhah mengatakan: " Al-'Aqiqah / Al-'Iqqah memiliki arti adalah rambut makhluk yang baru dilahirkan, baik khalayak atau binatang. Dinamai juga daripadanya binatang yang disembelih untuk budak yang baru lahir di dalam hari keseminggunya.

1. Kecil Hukumnya
Aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad, sekalipun pengampu dalam kondisi sulit. Aqiqah dilakukan sambil Rasulullah saw. dan getah perca sahabat. Berikut adalah hadits-hadits tentang mengakikahkan anak yang baru wujud.

1. Rasulullah saw saw. berfirman:
“Setiap budak tergadai beserta aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Pelerai demam Majah no. 3165 dll dari saudara Samurah bin Jundub r. a.. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini pada kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]#@@#@!!.

2. Ashhabus Sunan menerangkan:
Bahwa Nabi saw. meng-aqiqahkan Hasan serta Husain (cucunya dari Fathimah - pen) masing-masing seekor kambing qibasy.

3. Serta dari Tindasan bin Amir Ash-Dhabiey, bahwa Nabi saw. bersabda: "Untuk anak laki-laki aqiqahnya. Tumpahkanlah atasnya darah, dan hilangkanlah daripadanya kotoran serta najis. " (Riwayat Al-Khamsah).

4. Hadits dalam shahih Bukhari
Pada setiap anak bersama aqiqahnya, jadi sembelihlah fauna dan hilangkanlah gangguan darinya.

5. Hadits riwayat Abu Daud
Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar beraqiqah dua termuda kambing yang sepadan (umur dan besarnya) untuk balita laki-laki & seekor kambing untuk budak perempuan.

6. Hadits tambo Malik & Ahmad
Fatimah Binti Nabi SAW (setelah melahirkan Lembut dan Husain) mencukur sabut Hasan serta Husain kemudian ia bersedekah dengan perak seberat tara rambutnya.

7. Hadits riwayat Abu Daud dan Nasai
Barang siapa diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya perlu dilakukan aqiqah untuk bani dua upaya kambing yang sama umurnya & untuk anak perempuan seekor kambing.

2. Aqiqah Untuk Anak Laki-Laki dan Anak Cewek
Yang afdhal untuk bani disembelihkan 2 ekor kambing/domba yang mirip dan umurnya bersamaan. baca selanjutnya Dan untuk bujang perempuan 1 ekor.
Mulai Ummu Karz Al-Ka'biyah mengatakan: Aku pernah mendengar Rasulullah saw saw. bertitah:

" Untuk anak laki-laki 2 ekor wedus yang mirip, dan untuk anak cewek satu termuda. " & dibolehkan wahid ekor kambing untuk anak laki-laki. Rasulullawh saw. pernah meninggalkan yang demikian untuk Rancak dan Husain r. a., seperti pada hadits yang lalu.
“Dahulu kami dimasa jahiliyah jikalau salah seorang diantara abdi mempunyai anak, ia menjagal kambing & melumuri kepalanya dengan kebiasaan kambing ini. Maka sesudah Allah menghadirkan islam, kita menyembelih kibas, mencukur / menggundul penyelenggara si bayi dan melumurinya dengan minyak wangi. ” [HR. Abu Daud juz 3 hal 107].

Di hadits lain yang berisikan mengenai sejarah aqiqah yang diriwayatkan oleh Pelerai demam Hibban “Dari Aisyah ia berkata ‘Dahulu orang orang pada sekiranya jahiliyah asalkan mereka beraqiqah untuk seorang bayi, itu melumuri randu dengan sundut aqiqah, dulu ketika memotong rambut si bayi itu melumurkan di kepalanya’. Oleh karena itu Nabi saw bersabda, ‘Gantilah darah ini dengan minyak wangi. ’” [HR Ibnu Hibban juz 12 hal 124].

3. Saat Penyembelihan

1. Jika mengharuskan, penyembelihan dilangsungkan pada hari ke-7. Bahwa tidak, oleh karena itu pada hari ke-14. Meski yang demikian masih bukan memungkinkan, maka pada hari ke-21 dari hari kelahirannya. Jika tetap tidak mengharuskan maka saat kapan aja. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dikatakan:?????????????????????????????? "Disembelih pada hari ketujuh, dan pada hari ke-empatbelas, & pada hari kedua puluh satu. "
Rangkaian Berikutnya:
- Meluluskan anak sebutan
- Membabat rambutnya.
- Bersedekah seberat timbangan rambutnya.

2. Sedangkan syarat satwa kambing yang dapat dijadikan aqiqoh tersebut sama secara syarat satwa qurban (kurban) sbb:
- Kambing: siap berusia 1 (satu) tahun dan merembes usia (dua) tahun.
- Domba: sempurna berusia 6 (enam) hari dan menyerap bulan ke-7 (tujuh).
- Tidak piawai ada warga badan hewan yang seman.
- Dagingnya tidak piawai dijual.

4. Bersamaan Jurang Qurban dan Aqiqah.
Mulai sini terbit pertanyaan, yaitu bolehkah mengikat niat aqiqah dan kurban? Bila sesuatu itu diperbolehkan apakah dengan otomatis persembahan yang dilakukan sekaligus bisa menggugurkan permintaan akikah? Menyerempet hal berikut ada dua pendapat:

Qurban yang ia tunaikan tersebut bisa sekali lalu diniatkan aqiqah dan menghapuskan anjurannya. Pendapat ini yaitu opsi yang disampaikan oleh Mazhab Hanafi dan salah satu riwayat Ahmad. Dari mimbar tabi’in, Al-Hasan Al-Bashri, Putri Sirin, dan Qatadah, sependapat dengan wawasan ini. Mereka berargumentasi, substansi kedua ibadah sama, yakni mendekatkan pribadi kepada Tuhan swt. menjalani sembelihan hewan. Keduanya dapat saling melengkapi dan mengisi. Kasus hukumnya sama begitu shalat tetap di Masjid disertai beserta niat shalat sunah tahiyyatal masjid. Mantan mufti Arab Saudi, Syekh Muhammad bin Ibrahim, menolong opsi tersebut.

Kedua ibadah itu bukan boleh disatukan dan tidak bisa menjatuhkan salah satunya. Qurban adalah qurban dan aqiqah adalah aqiqah. Pendapat itu disampaikan sama Mazhab Maliki, Syafi’i, & salah satu tambo Mazhab Ahmad. Alasan yang mereka kemukakan, yaitu masing-masing dari akikah dan persembahan memiliki urusan yang berbeda. Maka tersebut, satu setara lain gak boleh digabung. Latar belakang dan motif papar kesunnahan kedua ibadah ini pun bermusuhan. Jadi, kurang tepat disatukan. Misalnya, denda yang real di haji tamattu' dan denda yang berlaku pada fidyah.

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.